Kamera Klasik dengan Fitur Modern

10 11 2006

Canon, Senin di Jakarta, meluncurkan kamera berdesain klasik, PowerShot G7, yang terinspirasi kamera konvensional yang sangat nyaman digenggam saat memotret. Namun fitur-fitur yang ditawarkan tak kalah dengan kamera profesional.

Menurut siaran pers PT Datascrip yang diterima Gatra.com, kamera berbodi hitam ini dilengkapi multi control dial seperti pada kamera SLR (single lens reflex), dan tombol shortcut yang memudahkan pengguna dalam mengatur setting dan kontrol manual. Berbeda dengan pendahulunya (G6 dan G5), PowerShot G7 ini dilengkapi fitur safety zoom yang menawarkan pembesaran zoom digital tanpa mengorbankan kualitas foto. Digital tele converter memungkinkan jangkauan telephoto dapat dilakukan tanpa mengurangi bukaan diafragma.

“Canon PowerShot G7 merupakan generasi terbaru dari PowerShot Seri G yang sangat diminati masyarakat pencinta kamera klasik, karena tampilan yang elegan dan kesan vintage yang kuat,” kata Merry Harun, Canon Director PT Datascrip.

Menurut Merry, sensor 10 MP (megapixels) menangkap detil yang sangat baik sehingga foto dapat digunakan untuk berbagai kreativitas, bahkan untuk dicetak seukuran poster sekalipun. Teknologi optical image stabilizer meminimalisir terjadinya gambar kabur akibat kamera yang terguncang, sehingga pengguna dapat menggunakan shutter speed rendah pada kondisi pencahayaan rendah dengan leluasa. Lensa 6x optical zoom dapat digunakan secara fleksibel untuk menjangkau obyek yang diingikan dengan hasil yang tetap tajam.

Keunggulan lainnya, ujar Merry, PowerShot G7 ini dilengkapi LCD monitor lebih besar dari pendahulunya, yakni berukuran 2,5”, yang diberi pelapis low-reflection untuk kondisi siang hari, sehingga membuat nyaman untuk memantau gambar-gambar yang sudah diambil. Untuk melihat layar pada malam hari, tersedia fitur night display, dengan 25 mode pengambilan gambar, mulai dari pilihan otomatis hingga manual, termasuk dua setting yang dapat diatur dan disimpan sesuai keinginan.

DIGIC III dan Face Detection
Prosesor gambar DIGIC III terbaru menghasilkan performa kamera yang lebih cepat, penerjemahan warna superior dan gambar yang bersih, meski dengan kecepatan ISO tinggi. Teknologi iSAPS menggunakan informasi pengambilan gambar untuk mengoptimalkan setting pada kamera sebelum foto diambil.

Tersedia pula fitur face detection AF/AE yang secara otomatis mendeteksi sembilan pilihan tone wajah dalam satu bingkai, dan mengatur setting sesuai fokus optimal dan exposure-nya. Artinya, kamera hanya mendeteksi bagian mata, hidung, dan mulut, sehingga wajah yang menghadap lensa kamera, secara otomatis akan diatur fokusnya.

Fitur-fitur lainnya; sistem fokus manual focus, rapid 9-point AiAF, atau FlexiZone AF/AE, yang secara manual memilih titik otofokus yang diinginkan. Terdapat pula ISO dial, sehingga pengguna dapat memilih kecepatan ISO, mulai dari 80 hingga 1.600, sesuai kondisi pencahayaan saat pengambilan gambar, dengan pencahayaan cukup dalam situasi agak temaram.

Kamera yang dipasarkan PT Datascrip sebagai distributor tunggal Canon Indonesia ini ditawarkan dengan harga 575 dolar AS.

Sumber: Gatra





Bulan Saturnus Beri Petunjuk Tentang Kehidupan Awal Bumi

10 11 2006

Miliaran tahun lalu, Bumi diperkirakan telah terbungkus selimut kabut atmosfir, sebagaimana terdapat di bulan planet Saturnus, Titan, yang menyediakan bahan organik, yang memberi makan bentuk kehidupan paling awal di planet kita. Demikian keterangan beberapa peneliti, Senin.

Sebagian ilmuwan berpaling ke Titan sebagai contoh mengenai bagaimana kondisi atmosfir awal Bumi sebenarnya.

Mereka berpendapat atmosfir Titan, yang dipenuhi dengan partikel aerosol organik yang tercipta ketika sinar matahari bereaksi terhadap gas metan, mungkin menawarkan petunjuk mengenai iklim di Bumi ketika organisme primitif pertama kali muncul 3,6 miliar tahun lalu.

Ilmuwan dari University of Colorado Margaret Tolbert dan rekan-rekannya melakukan percobaan laboratorium dengan dilandasi oleh keadaan atmosfir Titan yang diukur tahun lalu oleh pesawat penyelidikan antariksa Huygens selama misi Luar Angkasa NASA-Eropa Cassini.

Mereka menyinari gas metan dengan lampu ultraviolet, lalu mencampurkan karbon dioksida untuk melihat apakah kondisi yang mungkin ada miliaran tahun lalu di Bumir dapat menghasilkan kabut organik serupa.

Mereka mendapati bahwa kabut semacam itu terbentuk di laboratorium yang menggunakan bermacam konsentrasi metan dan karbon dioksika.

Tolbert mengatakan komposisi kabut kimia tersebut adalah molekul organik yang dapat dicerna oleh organisme hidup hari ini dan dapat memberi gizi organisme hidup sederhana pada masa lalu.

“Itu mungkin telah menjadi sumber makanan bagi setiap bentuk kehidupan,” kata Tolbert dalam suatu wawancara. “Dan itu dapat jadi sumber makanan global, yang penting. Dan dengan begitu kehidupan, bukan terkungkung pada lingkungan khusus yang sangat tertentu, dapat tumbuh subur di setiap tempat.”

Sediakan blok
Para ilmuwan sebelumnya telah memusatkan perhatian pada lingkungan hidup ekstrem yang terkucil seperti saluran hydrothermal yang penuh dengan energi dan gizi untuk memahami kehidupan purba.

Selain semata-mata menyediakan sumber makanan bagi bentuk kehidupan awal, kabut organik itu juga mungkin telah memainkan peran dalam menyediakan blok bangunan dini yang diperlukan bagi organisme hidup bentuk pertama, kata Tolbert.

Studi tersebut terdapat di “Proceedings of the National Academy of Sciences”.

Bumi terbentuk mungkin 4,6 miliar tahun lalu dan bahan cairan terdapat sekitar 3,8 miliar tahun lalu. Tolbert mengatakan kabuet itu mungkin telah menjadi bentuk dominan dalam bentang darat atmosfir awal Bumi dari sekitar masa bukti pertama kehidupan 3,6 miliar tahun lalu sampai munculnya isi oksigen sekitar 2,3 miliar tahun lalu.

Kabut tebal bukan hanya mungkin menghidupi organisme, tapi mungkin juga telah melindungi mereka dari sinat ultraviolet yang berbahaya.

Studi itu memperkirakan kabut tersebut mungkin telah menempatkan lebih dari 100 juta ton bahan organik di permukaan Bumi setiap tahun.

“Menyenangkan untuk melihat bahwa ujicoba mengenai awal kehidupan di Bumi menghasilkan demikian banyak bahan organik,” kata Carl Pilcher, Direktur Lembaga Astrobiologi NASA di California, dalam sebuah pernyataan.

Sumber: Gatra





Cina Perlonggar Pembatasan Akses Wikipedia

10 11 2006

Cina telah memperlonggar akses ensiklopedia Wikpedia online yang berbasis di Amerika Serikat.

Andrew Lih, peneliti Cina-Amerika yang bekerja pada Universitas Columbia dan Universitas Hong Kong, mengatakan dalam blog-nya pekan ini bahwa para penguasa Beijing memulai melakukan pembukaan akses 10 Oktober untuk pertama kalinya dalam hampir setahun.

Lih mengatakan Wikipedia versi berbahasa Inggris itu “dapat diterima secara lebih luas” sementara versi Cina “aksesnya tidak menentu.”

“Ini menunjukkan apakah banyak pengamat Great Firewall telah mengetahui–blocking bukan seragam di seluruh negeri itu dan tergantung pada kotamadya khusus dan penyedia jasa internet (ISP-Internet Service Provider),” kata Lih.

Langkah tersebut muncul beberapa bulan setelah mesin pencari internet terbesar Cina, Baidu.com meluncurkan online encyclopedia mengikuti Wikipedia.

Wikipedia versi bahasa Cina, yang dirilis pada para pengguna sukarela dan kontributor guna menjamin obyektivitas dan kenetralan, telah menikmati popularitas yang luas sampai-sampai Beijing menghalangi akses sampai akhir tahun lalu.

Beijing melarang beberapa portal untuk menghapuskan isi yang “berbahaya” termasuk pornografi dan kekerasan dari situs-situs mereka.

Sumber: Gatra





Melepas Jerat Kunci Operator

10 11 2006

Jutaan pelanggan telepon seluler di Jepang tengah bersiap melepas gundah. Selama ini, mereka memendam kecewa pada layanan operator ponsel masing-masing, tapi enggan ganti operator. Mereka tak rela mengganti nomor yang sudah melekat sebagai indentitas personal.

Ganti nomor juga butuh uang tak sedikit untuk memberitahukan ke semua relasi. Kartu nama dan kop surat pun ganti. Tak jarang mesti ganti ponsel. Pokoknya, ribet dan mahal.

Untunglah, Pemerintah Jepang cepat tanggap. Mereka mengeluarkan regulasi teknologi mobile number portability (MNP). Beleid ini membebaskan pelanggan ponsel berganti operator tanpa ganti nomor. Sekaligus membuat kompetisi antar-operator ponsel kian ketat. Resmi berlaku mulai 24 Oktober 2006.

Tiga operator terbesar di Jepang pun segera berbenah. NTT DoCoMo, Softbank, dan KDDI sama-sama tak mau kehilangan pelanggan. NTT dan Sofbank masing-masing mengalokasikan dana US$ 4 milyar untuk membangun 23.000 base transmission station (BTS) 3G. Sedangkan KDDI memilih menggeber 12 ponsel baru penuh fitur cantik untuk menarik pelanggan.

Tapi mereka tetap diwajibkan menyiapkan skema MNP bagi pelanggan yang akan pindah ataupun yang mau mendaftar. Operator menjanjikan, proses penggantian untuk pelanggan seluler hanya butuh waktu beberapa jam. Dan semua operator sepakat mengenakan biaya pada pelanggan pemakai MNP. Rata-rata pelanggan harus merogoh kocek 5.000 yen (Rp 490.000) jika ingin pindah operator tanpa ganti kartu. Biaya ini dibagikan ke operator lama dan operator baru.

Toh, pemerintah menilai biaya itu masih wajar. Apalagi, MNP diyakini bisa menggairahkan pasar industri telekomunikasi di Jepang yang sudah jenuh. Pemilik ponsel di sana mencapai 93 juta nomor dari 127 juta penduduk. Penetrasinya sudah 73%.

Jepang bukan negara pertama yang menerapkan pola MNP. Singapura sudah mendahului sejak 1997. Setahun kemudian, Inggris menyusul. Lalu Hong Kong dan Belanda. Sekarang semua negara Uni Eropa sudah memberlakukan NP. Amerika Serikat juga sudah sejak November 2003. Sedangkan Kanada baru akan menerapkan tahun depan.

Lalu, apa yang membuat MNP bak gula dikerubungi banyak semut? MNP jelas menguntungkan konsumen. Bila tak puas, pelanggan bisa pindah ke operator yang lebih baik jaringan atau layanannya. Di Amerika Serikat, aturan wireless local number portability membuat 8 juta pelanggan memilih ganti layanan operator, setahun sejak penetapan aturan.

Operator pun mau tak mau harus berkompetisi menyajikan inovasi layanan berkualitas dan murah. Mereka tak bisa lagi menggunakan nomor sebagai alat mengunci pelanggan. Operator dituntut tampil percaya diri agar bisa menarik pelanggan baru.

Tapi, di belahan bumi lain seperti India, ketatnya kompetisi malah jadi alasan operator menolak pelaksanaan MNP. Mereka keberatan dengan besarnya biaya penerapan MNP. Apalagi, MNP membuat mereka kehilangan pelanggan.

Menurut International Telecommunications Users Group (INTUG), banyak operator yang sengaja menyulitkan prosedur MNP plus membebani pelanggan dengan biaya bulanan. “Pasar telekomunikasi seluler belum bisa disebut kompetitif jika pelanggan masih harus membayar biaya pindah dan tak bisa akses e-mail dan SMS,” seperti tertulis dalam situs INTUG.

INTUG menilai penolakan operator tak bisa didiamkan. Sebab, agar hasil MNP maksimal, perlu kepatuhan semua operator di suatu negara. INTUG menyarankan setiap pemerintah bersikap tegas saat menerapkan NP dan harus mengikat semua operator dan service provider. Pemerintah juga harus membuat aturan main dan menentukan batas waktu hingga MNP berjalan.

Kesiapan Indonesia

Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar, menyebutkan bahwa teknologi MNP punya banyak manfaat jika diterapkan di Indonesia. Teknologi ini membuat negara menjadi pemilik nomor pelanggan ponsel. Ini mempermudah pemerintah mengidentifikasi nomor seseorang yang melakukan kejahatan. “Ini mendukung program pemerintah lain, yaitu single identity number,” katanya.

Namun Basuki menuturkan, pihaknya masih mengkaji secara internal detail pelaksanaan MNP. Saat ini masih terlalu dini menanyakan kapan dan bagaimana menerapkan MNP. “Yang pasti, perlu kesiapan infrastruktur dan sistem. Ini juga yang kami kaji,” ujar Basuki.

Menurut Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, pihaknya juga melakukan kajian serupa. Heru menyatakan, dari sisi penguasaan pasar, saat ini pengguna ponsel baru 55 juta orang dari 220 juta penduduk. Pencapaian pelanggan 100 juta orang baru terealisasi sekitar tahun 2010. “Idealnya, kebijakan MNP dilakukan saat pasar mulai jenuh dan butuh penyegaran,” kata Heru.

Konsep penomoran di Indonesia juga harus dipertimbangkan. Selama ini, operator menerima blok-blok nomor dari pemerintah. Blok-blok ini menjadi identitas bagi operator. Biasanya tiap operator menerapkan tarif panggilan berbeda untuk panggilan sesama pelanggan suatu operator dengan lintas operator.

Jika MNP berlaku, operator tak bisa dikenali dari nomor pelanggan. Bisa saja pemegang nomor 0818xxxxxx yang tadinya milik XL ternyata sudah menjadi pelanggan Telkomsel. Alhasil, pelanggan kesulitan mengira besaran tarif saat melakukan panggilan. Sebab pemanggil tak bisa memastikan operator mana yang dipakai pihak yang dipanggil.

Karena kompleksitas seperti itu, Heru menyebutkan, aturan NP sebaiknya dilakukan secara bertahap. Misalnya, memulai dari seluler yang pelanggannya paling banyak dan kompetisinya paling ketat.

Pemerintah pun harus memberikan batasan tegas berapa biaya yang boleh dibebankan ke konsumen. Sewajarnya, operator hanya boleh menarik biaya saat konsumen mengajukan aplikasi migrasi MNP. Biaya ini terkait dengan pengurusan administrasi pelanggan dan memasukkan data pelanggan ke dalam database operator.

Dari sisi operator ponsel Indonesia, konsep MNP mendapat tanggapan positif. Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, Rudiantara, menyebutkan bahwa MNP bisa mendinamiskan pasar. Operator akan terpicu memperbaiki jaringan dan layanan ke pelanggan.

Menurut Rudiantara, operator perlu beberapa kepastian agar bisa menerapkan MNP. Pemerintah perlu melakukan standardisasi jumlah digit nomor telepon. Selama ini, jumlah digit yang terdapat di setiap operator berbeda-beda. Misalnya, pelanggan Telkomsel terbaru punya nomor digit 12. Sedangkan pelanggan IM3 terbaru hanya punya digit 11. “Formulasi terserah, bisa saja dengan penambahan jumlah digit,” katanya.

Pemerintah dan operator, ia melanjutkan, perlu merumuskan dengan detail bagaimana proses perpindahan pelanggan. Sistem kliring yang akurat sangat diperlukan untuk mencatat segala proses MNP.

Rudiantara mengira-ngira, dibutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk melakukan segala tahapan menuju pelaksanaan MNP. Proses sosialisasinya harus mulai dari sekarang. “Makin lama proses sosialisasinya maka akan sulit menemukan standardisasinya,” ujarnya.

Sumber: Gatra





Bulan Saturnus Beri Petunjuk Tentang Kehidupan Awal Bumi

10 11 2006

Miliaran tahun lalu, Bumi diperkirakan telah terbungkus selimut kabut atmosfir, sebagaimana terdapat di bulan planet Saturnus, Titan, yang menyediakan bahan organik, yang memberi makan bentuk kehidupan paling awal di planet kita. Demikian keterangan beberapa peneliti, Senin.

Sebagian ilmuwan berpaling ke Titan sebagai contoh mengenai bagaimana kondisi atmosfir awal Bumi sebenarnya.

Mereka berpendapat atmosfir Titan, yang dipenuhi dengan partikel aerosol organik yang tercipta ketika sinar matahari bereaksi terhadap gas metan, mungkin menawarkan petunjuk mengenai iklim di Bumi ketika organisme primitif pertama kali muncul 3,6 miliar tahun lalu.

Ilmuwan dari University of Colorado Margaret Tolbert dan rekan-rekannya melakukan percobaan laboratorium dengan dilandasi oleh keadaan atmosfir Titan yang diukur tahun lalu oleh pesawat penyelidikan antariksa Huygens selama misi Luar Angkasa NASA-Eropa Cassini.

Mereka menyinari gas metan dengan lampu ultraviolet, lalu mencampurkan karbon dioksida untuk melihat apakah kondisi yang mungkin ada miliaran tahun lalu di Bumir dapat menghasilkan kabut organik serupa.

Mereka mendapati bahwa kabut semacam itu terbentuk di laboratorium yang menggunakan bermacam konsentrasi metan dan karbon dioksika.

Tolbert mengatakan komposisi kabut kimia tersebut adalah molekul organik yang dapat dicerna oleh organisme hidup hari ini dan dapat memberi gizi organisme hidup sederhana pada masa lalu.

“Itu mungkin telah menjadi sumber makanan bagi setiap bentuk kehidupan,” kata Tolbert dalam suatu wawancara. “Dan itu dapat jadi sumber makanan global, yang penting. Dan dengan begitu kehidupan, bukan terkungkung pada lingkungan khusus yang sangat tertentu, dapat tumbuh subur di setiap tempat.”

Sediakan blok
Para ilmuwan sebelumnya telah memusatkan perhatian pada lingkungan hidup ekstrem yang terkucil seperti saluran hydrothermal yang penuh dengan energi dan gizi untuk memahami kehidupan purba.

Selain semata-mata menyediakan sumber makanan bagi bentuk kehidupan awal, kabut organik itu juga mungkin telah memainkan peran dalam menyediakan blok bangunan dini yang diperlukan bagi organisme hidup bentuk pertama, kata Tolbert.

Studi tersebut terdapat di “Proceedings of the National Academy of Sciences”.

Bumi terbentuk mungkin 4,6 miliar tahun lalu dan bahan cairan terdapat sekitar 3,8 miliar tahun lalu. Tolbert mengatakan kabuet itu mungkin telah menjadi bentuk dominan dalam bentang darat atmosfir awal Bumi dari sekitar masa bukti pertama kehidupan 3,6 miliar tahun lalu sampai munculnya isi oksigen sekitar 2,3 miliar tahun lalu.

Kabut tebal bukan hanya mungkin menghidupi organisme, tapi mungkin juga telah melindungi mereka dari sinat ultraviolet yang berbahaya.

Studi itu memperkirakan kabut tersebut mungkin telah menempatkan lebih dari 100 juta ton bahan organik di permukaan Bumi setiap tahun.

“Menyenangkan untuk melihat bahwa ujicoba mengenai awal kehidupan di Bumi menghasilkan demikian banyak bahan organik,” kata Carl Pilcher, Direktur Lembaga Astrobiologi NASA di California, dalam sebuah pernyataan.

Sumber: Gatra





Planet Merkurius Jalani Transit Antara Matahari dan Bumi

10 11 2006

Peneliti astronomi di Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Rabu (8/11) pagi menyaksikan fenomena menarik ketika Planet Merkurius menjalani transit atau melintasi area antara bumi dan matahari.

Kepala UPT Observatorium Bosscha, Taufik Hidayat, Rabu di Bandung, mengatakan, proses transit Planet Merkurius itu hanya dapat disaksikan beberapa menit saja antara pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB.

“Fenomena melintasnya Planet Merkurius itu terjadi hanya sebentar saat matahari terbit. Dalam transit itu, Planet Merkurius tidak memotong secara keseluruhan bidang matahari,” katanya.

Menurut Taufik, peristiwa dunia astronomi itu terhitung cukup langka karena sepanjang abad 21, baru terjadi 13 kali dan terakhir terjadi pada 2003.

Transit Planet Merkurius pada 2003, lebih lama dibandingkan dengan peristiwa tahun ini. “Kalangan astronom memanfaatkan fenomena itu untuk melakukan penelitian, termasuk peneliti pada Observatorium Bosscha,” katanya.

Namun, kata dia, untuk menyaksikan fenomena alam itu, tidak bisa disaksikan dengan mata telanjang karena harus menggunakan teropong khusus meneliti benda-benda langit.

“Ukuran Planet Merkurius saat transit antara matahari dan bumi itu, ukurannya hanya sekitar 1/200 dari ukuran matahari. Jadi cukup kecil sekali hingga tidak bisa disaksikan dengan mata telanjang,” katanya.

Fenomena dunia astronomi lainnya akan terjadi pada Maret 2007 mendatang, yakni, terjadinya bulan total. “Menariknya gerhana bulan pada Maret 2007, akan berlangsung beberapa jam dan fenomena tersebut terhitung cukup langka,” katanya.

Sumber: Gatra





NASA Tangkap Gambar Topan Besar di Saturnus

10 11 2006

Foto yang disiarkan NASA, Kamis, menunjukkan, topan besar berputar-putar dengan inti yang berkembang cepat mengambang di kutub selatan planet Sturnus. Untuk pertama kali topan yang benar-benar menyerupai badai telah terdeteksi di satu planet selain Bumi.

Topan besar tersebut mengelilingi planet itu dengan lebar 8.000 kilometer, berukuran sekitar dua pertiga diameter Bumi, dengan angin berputar searah jarum jam dengan kecepatan sekitar 550 kilometer per jam.

Bintik Merah Besar di planet Jupiter, yang bergerak bertentangan dengan arah jarum jam, jauh lebih besar, tapi tak seperti badai karena fenomena itu tak memiliki dinding-mata dan mata khusus.

Citra yang disiarkan NASA diambil selama masa tiga jam pada 11 Oktober oleh kapal antariksa lembaga ruang angkasa AS tersebut Cassini saat pesawat itu bergerak sekitar 340.000 kilometer dari planet tersebut sebagai bagian dari eksplorasi ke Saturnus dan bulan-bulannya.

Michael Flasar, ahli astrofisika yang terlibat dalam misi di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, mengatakan topan itu kelihatan seperti air yang berputar menuruni saluran di bak mandi, hanya saja ukuran sangat besar.

“Kami tak pernah menyaksikan yang seperti ini sebelumnya,” kata Flasar dalam suatu wawancara. “Ini adalah topan yang kelihatan luar biasa.”

Saturnus, planet terbesar kedua dalam Sistem Matahari dengan diameter garis tengah 119.000 kilometer dan yang keenam dari Matahari, terletak sekitar 1,2 miliar kilometer dari Bumi.

Topan di kutub selatannya jauh lebih besar dibandingkan dengan badai di Bumi. Topan tersebut memiliki mata yang berkembang dengan baik dan dikelilingi oleh awan yang membubung tinggi sampai 30-75 kilometer di atas pusatnya yang gelap, dua sampai lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan awan dalam badai dan topan-badai, kata NASA.

Citra khusus badai di Bumi adalah awal dengan dinding-mata yang terbentuk ketika udara lembab mengalir ke arah depan melintasi permukaan samudra, dan membubung secara vertikal dan mengakibatkan hujan lebat di sekitar suatu daerah melingkar pada udara yang bergerak turun dan merupakan matanya.

Para ilmuwan mengatakan tak jelas apakah topan di Saturnus merupakan sistem yang digerakkan oleh air.

Topan itu berbeda dengan badai di Bumi, sebagian karena topan tersebut tetap berada di kutub dan tak berpindah seperti topan yang bergerak di Bumi dan karena topan itu tak terbentuk dari cairan samudra. Saturnus adalah planet gas, kata NASA.

“Itu kelihatan seperti badai, tapi tak berprilaku seperti badai,” kata Andrew Ingersoll, anggota tim pengambilan gambar Cassini di California Institute of Technology di Pasadena, dalam suatu pernyataan.

“Apa pun itu, kamia akan memusatkan perhatian pada mata topan ini dan mencaritahu mengapa fenomena tersebut ada di sana,” katanya.

Flasar mengatakan para ilmuwan memiliki pekerjaan lain untuk memahami topan Saturnus itu.

“Saya berharap bahwa sementara kami menebak-tebaknya, topan tersebut bahkan akan menjadi lebih menarik karena kami mulai menghubungkan titik-titik di otak kami. Tetapi sekarang ini, belum ada kepastian,” kata Flasar.

“Kami semua saling berargumentasi mengenai apa itu sebenarnya,” tambahnya.

Sumber: Gatra





Knalpot Plasma Antipolusi

10 11 2006

Kota manakah yang paling tercemar di dunia? Jakarta adalah salah satunya. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jakarta menempati urutan ketiga di dunia sebagai kota yang memiliki udara paling kotor setelah Katmandu (Nepal) dan New Delhi (India).

Data-data ini jangan dianggap enteng, Bung! Menurut WHO, setiap tahun sekitar 3 juta orang meninggal karena polusi udara. Nah, sekitar separuh dari 3 juta itu terjadi di kota-kota besar di Asia.

Itulah yang menjadi keprihatinan Dr. Muhammad Nur, DEA, Kepala Pusat Pengembangan dan Penerapan Teknologi LPM, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Menurut Nur, pertumbuhan penduduk kota yang cepat membuat kualitas lingkungan hidup menurun drastis. ”Itu terutama disebabkan tingkat polusi yang tinggi di perkotaan,” kata Nur.

Karena itulah, upaya mengatasi polusi udara menjadi perhatian dosen Jurusan Fisika Nuklir Undip ini. Masalah itu masih menjadi pikirannya ketika menempuh program doktoral khusus tentang teknologi plasma di Universite Joseph Fourier, Grenoble, Prancis, 1997. Setahun sebelum pulang ke Tanah Air, Nur mengoreksi banyak kertas kerjanya sebagai bahan kajian.

”Tantangan saya ketika itu adalah apa yang bisa saya buat di Indonesia dengan teknologi plasma. Soalnya, plasma padat itu teknologinya supercanggih sekaligus sangat mahal,” katanya. Kemudian muncullah gagasan, kenapa tidak memakai teknologi plasma untuk mengurangi polusi udara?

Akhirnya Nur mulai mengadakan penelitian dampak plasma pada gas emisi kendaraan sejak 1998. ”Ketika itu, saya mulai merintis dan menekuni aplikasi teknologi plasma untuk Indonesia. Mungkin saya yang pertama karena saat itu belum ada yang melirik plasma ini sebagai inti penelitian,” ujarnya.

Setelah menjalankan uji coba yang tak kenal lelah, Nur akhirnya mencoba menerapkan plasma pada knalpot kendaraan bermotor. Ternyata dari hasil uji coba di laboratorium, unsur polutan seperti senyawa karbondioksida (CO2) menyusut hingga 86,5% dan karbon monoksida (CO) sebesar 88,9%. ”Itu pada perputaran mesin mencapai 2.200 rpm,” kata Nur.

Cara kerja knalpot plasma ini sebenarnya simpel saja. Berbagai gas buangan cukup disalurkan pada knalpot plasma, kemudian asap yang keluar hanya aerosol. Secara garis besar, kata Nur, pla­­­sma adalah gas yang terionisasi.

Plasma terdiri dari beragam campuran ion, elektron positif dan negatif, serta elektron radikal. Unsur plasma secara alami juga muncul dalam wujud halilintar. ”Sejumlah ilmuwan bahkan menempatkan plasma sebagai wujud keempat materi, di samping padat, cair, dan gas, karena bentuknya yang unik,” tutur Nur.

Karena sifatnya itu, kata Nur, plasma dapat digunakan untuk bermacam hal. ”Tergantung gas yang kita pakai dan untuk apa kegunaannya,” Nur menambahkan. Misalnya saja, jika ingin mengeraskan metal, cukup disisipkan ion nitrogen. ”Maka, metal akan bertambah keras,” ujar Nur. Prinsip rekayasa unsur plasma juga bisa diterapkan untuk tanaman. ”Jika ditembakkan pada tanaman, akan lebih cepat tumbuh, misalnya,” kata Nur.

Nah, prinsip yang sama berlaku jika plasma diterapkan pada gas emisi. Ionisasi plasma akan mereduksi sejumlah kandungan polutan dalam gas buangan kendaraan itu. Dalam kondisi ini, menurut Nur, berbagai unsur yang ada menjadi tidak stabil sehingga akan saling bereaksi membentuk senyawa baru. Saat keluar dari knalpot, asap buangan sudah netral. ”Kami menyebutnya aerosol yang tidak lagi polutan karena gas-gas polutan tadi sudah berubah menjadi sesuatu yang lain. Sifat polutannya secara umum berkurang hingga 90%,” ujar Nur.

Walaupun cara kerja knalpot plasma terlihat simpel, proses penciptaannya perlu telaah mendalam dan kerja keras. Nur merintis penelitiannya sejak 1998 dengan biaya sendiri. Baru sejak 2003, Direktorat Pendidikan Tinggi turun tangan memberi dana, yang kemudian dilanjutkan Kementerian Ristek sejak setahun lalu.

Nur berharap, karyanya ini mampu meredam polusi yang sudah mencekik napas. Saat ini, ia juga sedang mengembangkan aplikasi teknologi plasma untuk diterapkan pada polutan yang lebih besar. Misalnya cerobong asap pabrik dan pembakaran sampah.

Walau begitu, ini tidak serta-merta menjadi jawaban untuk masalah udara perkotaan. ”Transportasi hanya satu bagian. Untuk menyelesaikan masalah lingkungan, yang dibutuhkan adalah kesadaran dan perubahan cara hidup masyarakat. Misalnya sederhana saja, kebiasaan membakar sampah,” kata Nur.

Kini, sambil terus menyempurnakan prototipe knalpot plasma, Nur –bekerja sama dengan PT Dharma Poli Metal– berencana memasuki tahap produksi massal. Namun, untuk urusan paten, Nur mengatasnamakan pemegangnya pada Undip. ”Bagi saya, yang penting adalah apa kontribusi saya bagi sistem dan bukan untuk kepentingan pribadi. Dengan demikian, semua bisa hidup, semua bisa menang, dan yang penting makin banyak orang terpacu untuk bekerja di bidang ini,” katanya.

Di masa depan, Nur yakin, akan ada ribuan paten di bidang plasma yang lahir. ”Saya yakin, teknologi ini dapat menjadi pilihan utama teknologi industri kelak sambil tetap melestarikan lingkungan,” kata Nur. Harapannya, dengan plasma, teknologi dan lingkungan tak mesti bertolak belakang.

Sumber: Gatra





Kenali Jenisnya Sebelum Disembuhkan

8 11 2006

Sakit kepala, merupakan penyakit yang kerap kali menyerang, tanpa pandang bulu. Itulah sebabnya, nyaris di setiap kotak penyimpanan obat di rumah-rumah selalu ditemukan obat sakit kepala.

Terdapat berbagai ragam dan jenis sakit kepala. Mulai dari yang paling ringan, yang berat hingga kepala yang sakit bagai dipukul dengan berjuta palu. Meskipun kebanyakan serangan ini tidak serius dan dapat diatasi dengan obat pereda rasa sakit, ada juga jenis sakit kepala yang wajib diwaspadai karena sakit kepala tersebut merupakan tanda atau gejala penyakit yang lebih berbahaya.

Akibat Syaraf Tegang
Adalah jenis sakit kepala yang disebabkan karena ketegangan oral saraf. Biasa terjadi di siang hari, dan secara perlahan menyerang area kening, pelipis dan tengkuk. Pada beberapa kasus, rasa sakit akan muncul setelah rasa tegang menyerang sekitar leher dan bahu. Stres, depresi dan kurang tidur dapat dipastikan akan memperburuk kondisi tersebut. Kalau sudah begini apa yang harus dilakukan.

  • Identifikasi hal yang menyebabkan timbulnya stres dan buat perubahan untuk menjadikannya lebih baik.
  • Pastikan Anda berada di dalam lingkungan kerja yang sehat; khususnya jika Anda tipe pekerja yang menghabiskan waktu di depan komputer dalam waktu relatif lama.
  • Cobalah untuk santai dan melakukan meditasi.
  • Kunjungi ahli terapi fisik untuk memulihkan kejang otot yang dialami dan sekaligus minta kepadanya untuk mengajarkan cara peregangan (stretching) otot.
  • Oleskan balsem panas pada bagian yang sakit sebagai tindakan pertolongan pertama.
  • Pastikan Anda cukup tidur.

Migren.
Migren atau dikenal juga dengan istilah `sakit kepala separuh’ yang muncul karena penyempitan pembuluh darah kapiler. Seringkali, penderita migren diserang mual dan muntah-muntah. Migren dapat muncul sesekali atau setiap hari yang kemudian reda setelah beberapa jam, tapi bisa juga beberapa hari.

Banyak yang menyebut migren sebagai penyakit keluarga maksudnya, bila kedua orang tua Anda pernah atau sering terserang migren maka Anda pun memiliki kemungkinan 35% terserang penyakit kepala jenis ini. Pemicu migren biasanya dari bahan makanan semacam coklat dan minuman berkafein. Tapi mungkin juga akibat alkohol, pengawet dan penyedap makanan (sodium nitrat dan monosodium glutamat), perubahan hormon selama periode menstruasi, dan stres. Jika sering terkena penyakit ini maka sebaiknya:

  • Berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan perawatan yang tepat.
  • Pastikan Anda cukup beristirahat.
  • Makan dengan teratur.
  • Mencoba mempraktikkan teknik mengontrol stres dan relaksasi; antara lain yoga, pijat dan meditasi.
  • Catat waktu saat terserang migren. Dengan demikian Anda dapat mengetahui faktor pemicunya – biasanya sekitar atau hingga tiga jam sebelum serangan – sehingga dapat penanggulangan yang tepat.

Cluster
Jenis sakit kepala yang satu ini, kerap kali berpengaruh juga pada area mata dan sekitarnya. Mata berubah merah dan berair, pupil mengecil dengan kelopak mata turun, disertai hidung tersumbat. Cluster begitu mengganggu, karena rasa sakit yang timbul begitu hebat -terutama saat berbaring- dan berlangsung dalam hitungan minggu, bahkan bulan. Yang dapat Anda lakukan:

  • Hilangkan kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol.
  • Lakukan sit up kala sakit kepala mendera.
  • Temui dokter Anda, mintalah jenis obat pengurang rasa sakit seperti maleate, ergotamine, dan verapamil. Sementara itu, metode pengobatan lain yang cukup efektif adalah dengan menghirup oksigen murni.

Sakit Kepala Kala Berhubungan Intim
Sampai saat ini belum diketahui penyebabnya namun ditenggarai termasuk gangguan serius karena rasa sakit langsung terasa dan begitu menyakitkan, kala Anda tengah berada di ‘puncak’. Jangan tunggu lagi untuk:

  • Memeriksakan diri pada ahlinya untuk memastikan bahwa tidak ada penyebab khusus yang berbahaya.
  • Saat ini telah tersedia jenis obat tertentu yang dapat dikonsumsi sebelum melakukan hubungan intim, agar hubungan intim berjalan lancar.

Sakit Kepala Akibat Mengkonsumsi Es
Sesuai namanya, sakit kepala ini muncul setelah mengkonsumsi es him atau segala sesuatu yang dingin. Sakit kepala akibat mengkonsumsi es ini biasanya berlangsung hanya dalam hitungan detik atau menit saja. Bisa juga menyerang jika pada saat berenang ketika suhu air di kolam renang cukup rendah – di bawah 25 derajat Celsius. Biasanya akibat perbedaan suhu udara yang cukup tinggi sehingga terjadi kontraksi otot leher dan kepala.

Sumber: Majalah Lisa





Menghindari dan Mengobati Gigitan Serangga

8 11 2006

Gigitan serangga mengandung toksin yang dapat menyebabkan bengkak, rasa terbakar, dan lainnya. Celakanya toksin itu bosa juga mengandung bibit penyakit demam berdarah atau malaria.

Berikut cara praktis mengatasi gangguan serangga:

1. Memakai antinyamuk sebelum keluar rumah:
Di pasar banyak dijual antinyamuk oles yang harum. Anda tak suka dengan bahan kimia untuk dioleskan ke kulit? Gunakan krim calendula atau minyak pohon teh. Keduanya meru[akan antinyamuk alami yang manjur.

2. Gunakan pakaian berwarna terang
Pakailah baju berwarna putih atau khaki ketika beraktivitas di luar ruangan. Kenakan pula celana panjang untuk melindungi kulit dari gigitan serangga. Warna baju yang cerah membuat kita mudah mendeteksi adanya serangga di sekitar kita.

3. Hindari parfum dan wewangian
Parfum dan wewangian akan menarik perhatian serangga untuk mendatangi tubuh kita.

4. Jangan memukuli serangga
Berjalanlah dengan tenang atau lindungi kepala jika ada serangga beterbangan di dekat Anda.

5. Oleskan nanas atau minyak lavender
Jika tersengat serangga, basuh luka bekas sengatan dengan sabun dan air. Lalu, oleskan irisan nanas yang efektif mengurangi bengkak atau minyak lavender untuk meringankan rasa gatalnya. Minyak pohonteh baik pula dioleskan ke luka itu karena mengandung zat antiseptik pencegah infeksi.

6. Minum vitamin C
Ketika disengat serangga, Anda mungkin butuh suplemen untuk mengontrol bengkak dan mengurangi nyeri. Vitamin C dan quecertin, zat sejenis falvonoid, akan bertindak sebagai antihistamin. Zat ini dapat menghambat pengeluaran histamin, senyawa pembengkakan yang dikeluarkan tubuh sebagai respon terhadap racun serangga.Sumber: Senior